Riset Kemiskinan Masyarakat Lhok Nga
June 10th, 2010 | Published in Aven
Dalam kacamata ekonomi wilayah, kawasan pesisir Lhok Nga memiliki posisi strategis di dalam struktur alokasi dan distribusi sumber daya ekonomi atau berpotensi ekonomis.
Latar Belakang
Bagaimanpun juga, penyebab kemiskinan tidaklah sama disemua wilayah, bahkan ukurannyapun bisa berbeda-beda atau tergantung kondisi setempat. Sehingga formula pengentasan kemiskinanpun tidak bisa digeneralisir pada semua wilayah atau semua sektor. Survei BPS menyebutkan bahwa mata pencaharian yang umumnya ditekuni rumah tangga miskin mayoritas hidupnya mengandalkan dari sektor perairan pesisir dan nelayan tradisional. Perairan pesisir adalah daerah pertemuan darat dan laut, dengan batas darat dapat meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air yang masih mendapat pengaruh sifat-sifat laut, seperti angin laut, pasang surut, dan intrusi air laut. Ke arah laut, perairan pesisir mencakup bagian batas terluar dari daerah paparan benua yang masih dipengaruhi oleh proses-proses alami yang terjadi di darat, seperti sedimentasi dan aliran air tawar.
Definisi wilayah perairan seperti yang disebutkan di atas memberikan suatu pengertian bahwa ekosistem perairan pesisir merupakan ekosistem yang dinamis dan mempunyai kekayaan habitat beragam, di darat maupun di laut serta saling berinteraksi. Selain mempunyai potensi besar wilayah pesisir juga merupakan ekosistem yang mudah terkena dampak kegiatan manusia. Umumnya kegiatan pembangunan secara langsung maupun tidak langsung berdampak merugikan terhadap ekosistem perairan pesisir.
Untuk mencapai pembangunan sumber daya wilayah pesisir dan lautan di Kecamatan Lhok Nga secara optimal dan berkelanjutan, salah satu aspek yang sangat penting adalah pemberdayaan masyarakat pesisir (coast society development). Aspek ini mensyaratkan bahwa masyarakat pesisir sebagai pelaku dan sekaligus tujuan pembangunan wilayah pesisir dan lautan harus mendapatkan manfaat terbesar dari kegiatan pembangunan tersebut. Kenyataan selama ini menunjukkan bahwa sebagian besar keuntungan yang didapatkan justru dinikmati oleh penduduk di luar wilayah pesisir. Oleh karena itu kebijakan pembangunan dan pemanfaatan sumberdaya di wilayah pesisir yang harus diterapkan diarahkan pada upaya peningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memastikan bahwa mereka mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari kegiatan pembangunan dan pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan dengan menselaraskan masalah, potensi dan peran serta masyarakat pesisir dalam pembangunan dan pengelolaan sumber daya wilayah pesisir dan lautan.
Sangat disayangkan, sampai sekarang Pemerintah belum berhasil menyediakan peta wilayah Lhok Nga secara rinci dan lengkap dalam pelaksanaan pembangunan dan pengembangan masyarakat yang hidup berdampingan dengan perusahaan semen dari Perancis ini. Padahal, peta merupakan kondisi nyata pada suatu wilayah yang menjadi acuan dalam pengembangan wilayah. Beberapa pembuatan peta yang telah dilakukan oleh lembaga kemanusiaan selama masa tanggap tsunami telah dilakukan di Kecamatan Lhok Nga, namun sangat disayangkan batas desa yang tertera di dalam peta-peta tersebut telah menuai konflik antar warga yang juga terletak di kawasan karst Lhok Nga Aceh Besar ini.
Dalam kacamata ekonomi wilayah, kawasan pesisir Lhok Nga memiliki posisi strategis di dalam struktur alokasi dan distribusi sumber daya ekonomi atau berpotensi ekonomis. Namun, menurut data BPS Aceh Besar : 2009 menyebutkan bahwa Kecamatan Lhoknga merupakan salah satu masyarakat pesisir yang hidup kurang sejahtera di tengah kekayaan potensi sumber daya perikanan yang ada di sekitar.kecamatan yang terletak di Kabupaten Aceh Besar.
Dengan luas daerah seluas 98,95 Km2 yang terbagi atas 28 desa dan 4 kemukiman. Total penduduknya yaitu 12.731 jiwa atau 3.863 rumah tangga. Kecamatan Lhoknga merupakan daerah kedua terbesar hasil produksi perikanan laut di Kabupaten Aceh Besar, yaitu 810,1 Ton dengan nilai produksi mencapai 6.838.700.000. Total nelayan laut yang hidup di Kec. Lhoknga yaitu yang bekerja sambilan sebanyak 32 orang, dan yang bekerja tetap sebanyak 155 orang. Jumlah keluarga menurut tahapan kesejahterannya yaitu 37 keluarga (Pra KS), 1.840 keluarga (KS-I), 1.409 keluarga (KS-II), 568 keluarga (KS-III), dan 9 keluarga (KS-III +).
Rumusan Masalah
Dapat disimpulkan pembuatan peta-peta yang merupakan kondisi nyata pada suatu wilayah yang menjadi acuan dalam pengembangan wilayah tidak melalui mekanisme yang dibangun secara partisipatif masyarakat. Selain penting untuk komunitas setempat, informasi seputar keadaan wilayah secara lebih lengkap merupakan bagian yang juga penting untuk dimiliki oleh Pemerintah Daerah sebagai database yang dapat mendukung setiap rencana aksi agenda Pemerintah Daerah.
Dalam kacamata ekonomi wilayah, kawasan pesisir Lhok Nga memiliki posisi strategis di dalam struktur alokasi dan distribusi sumber daya ekonomi atau berpotensi ekonomis. Nilai ekonomis suatu wilayah dapat dikategorikan pada tiga nilai, yakni: nilai ricardian, nilai lingkungan dan nilai sosial. Nilai ricadian adalah nilai-nilai berdasarkan kekayaan dan kesesuaian sumber daya yang dimiliki untuk berbagai penggunaan aktivitas ekonomi, seperti kesesuaiannya (suitability) untuk berbagai aktivitas budidaya, kesesuaian fisik untuk pengembangan pelabuhan, dan sebagainya. Nilai lingkungan kawasan pesisir adalah nilai atau fungsi kawasan yang didasarkan atas fungsinya di dalam keseimbangan lingkungan, sedangkan nilai social adalah manfaat kawasan untuk berbagai fungsi sosial.
Berangkat dari permasalahan ini maka perlu dilakukan penelitian tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir di Kecamatan Lhok Nga Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan-pendekatan kultural dan partisipatif terhadap beberapa permasalahan masyarakat selama 20 tahun ini terhadap keberdayaan untuk dapat mengelola kelimpahan dan kesesuaian sumber daya yang dimiliki, kesesuaiannya untuk berbagai aktivitas budidaya, dan kesesuaian fisik untuk pengembangan, dan sebagainya. Lebih dari pada itu, perlu juga diwujudkan nilai atau fungsi kawasan yang didasarkan atas fungsinya di dalam keseimbangan lingkungan, serta memberi manfaat kawasan untuk berbagai fungsi sosial.


