PT. SEMEN ANDALAS INDONESIA DIMINTA TUTUP

December 3rd, 2009  |  Published in Chamber

Komite Masyarakat Bersatu Lhoknga-Leupung (KMB Lhoknga Leupung) mendesak Penutupan PT. Semen Andalas Indonesia

Banda Aceh, 01 Desember 2009–Komite Masyarakat Bersatu Lhoknga-Leupung (KMB Lhoknga Leupung) mendesak Penutupan PT. Semen Andalas Indonesia (PT. SAI/ lafarge) yang beroperasi di 34 Desa, tepatnya berada di dua Kecamatan, yaitu Lhoknga dan Leupung, Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Hal ini diungkap M. Yulfan, SH selaku Juru bicara KMB Lhoknga-Leupung di Banda Aceh dalam Konfrensi Pers mengenai Kasus PT. SAI/Lafarge (30-11-2009). Lebih lanjut kata Yulfan. “Penutupan PT. SAI dianggap penting, karena telah melakukan pelanggaran HAM sejak awal operasinya di tahun 1982 sampai dengan sekarang.” Ujarnya,

Dalam aspek lingkungan, “PT. SAI/Lafarge berkontribusi terhadap Kerusakan ekosistem dan keragaman hayati, termasuk diantaranya Kawasan Karst Lhoknga seluas 700 Ha yang juga merupakan kawasan ekosistem Ulu Masen dan merusak daerah tangkapan air. Akibatnya, bisa dilihat dari banjir yang terjadi di Gua Pucuk Krueng pada setiap musim penghujan. Selama beroprasinya PT. SAI/Lafarge, pencemaran udara terus menerus terjadi, salah satu yang dirasakan adalah minimnya jarak pandang pengguna kendaraan yang melintas di pagi atau malam hari sepanjang ruas jalan Banda Aceh-Meulaboh dari titik Jembatan Krueng Raba Kecamatan Lhoknga. Bukti lainnya, PT. SAI juga diduga, menjadi penyebab tingginya angka penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan TBC,” ungkap Yulfan kepada Media di Banda Aceh.

Fakta tersebut juga terungkap dalam hasil penelitian terpisah lembaga peneliti Karst Aceh dan WWF Indonesia – yang juga konsultan Lafarge untuk lingkungan. Hasil penelitian disampaikan pada 7 Agustus 2008 di banda Aceh. Kami mendesak WWF Aceh mempublikasikan hasil penelitian tersebut, sebab publik berhak mengetahui informasi yang menyangkut hajat hidup orang banyak tadi.

Sepak terjang PT. SAI/Lafarge ini sungguh bertentangan dengan promosi citra hijau (greenwash) mereka sebagai Climate Saver, atau penyelamat iklim, yang akan mereka kampanyekan di pertemuan Cop 15, Copenhagen desember 2009. Apalagi tahun depan, mereka akan meningkatkan produksinya hingga 1,8 juta ton dan membangun PLTU batubara sebagai energi utamanya.

Dalam aspek ekonomi. PT. SAI/lafarge dianggap memberi kontribusi bagi proses pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, “fakta itu sama sekali tidak benar,” bantah Yulfan. Menurut Yulfan, dari produksi PT. SAI sebesar 1,8 juta ton/ tahun, nyatanya hanya 25 ribu ton yang dipasok untuk Aceh. Itulah mengapa, terjadi krisis semen di Aceh saat ini. Seperti penjelasan PT. SAI sebelumnya melalui beberapa media di Aceh, menginformasikan bahwa pasokan semen untuk Aceh sebesar 20% dari total produksi. Artinya, alokasi semen untuk kebutuhan lokal adalah 360 ribu ton, ini berarti hanya 2% saja. Selain tidak sepenuhnya terpenuhi juga menjelaskan bahwa keberadaan PT. SAI tidak untuk rakyat Aceh tapi jelas untuk kepentingan asing.

Diluar itu, “Kehadiran PT. SAI turut berkontribusi terhadap praktek penyelenggaraan bisnis yang tidak sehat (Good Corporate Governance) di Aceh, dimana industri hilir (pengangkutan) dikuasai oleh Perusahaan dengan melibatkan beberapa unsur pejabat publik. Lagipula lanjut Yulfan, ini memberi contoh persaingan yang tidak sehat dalam Bisnis, karena fungsi-fungsi pejabat negara bukan hanya mengurus berjalannya pemerintahan, akan tetapi lebih jauh dari itu, yakni mengurusi persoalan bisnis local. Hal ini bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip tata pemerintahan yang baik, khususnya prinsip akuntabilitas.

kontak Yulfan
Telpon/ Fax: +62 651 31776
HP: +62813 6025 8187 / Email: yulfan_marpi@yahoo.com

Leave a Response

Riset Kemiskinan Masyarakat Lhok Nga

Aven

Riset Kemiskinan Masyarakat Lhok Nga

Dalam kacamata ekonomi wilayah, kawasan pesisir  Lhok Nga memiliki posisi strategis di dalam struktur alokasi dan distribusi sumber daya ekonomi atau berpotensi ekonomis.
Latar Belakang
Bagaimanpun juga, penyebab kemiskinan tidaklah sama disemua wilayah, bahkan ukurannyapun bisa berbeda-beda atau tergantung kondisi setempat. Sehingga formula pengentasan kemiskinanpun tidak bisa digeneralisir pada semua wilayah atau semua sektor. Survei BPS menyebutkan [...]

PERANANAN ILMU SPELEOLOGI DALAM PENYELIDIKAN FENOMENA KARST & KONSERVASI SUMBER DAYA AIR*

Entrance

PERANANAN ILMU SPELEOLOGI DALAM PENYELIDIKAN FENOMENA KARST & KONSERVASI SUMBER DAYA AIR*

oleh: Abdillah I Nasution
* Seminar Peduli Lingkungan Hidup 2010, Banda Aceh 3 Juni 2010

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Daerah karst di Aceh seperti kawasan Mata Ie Kecamatan Darul Imarah dan Kawasan Naga Umbang Kecamatan Lhok Nga memang menunjukkan daerah kering kerontang. Hal ini diyakini merupakan salah satu alasan mengapa kawasan ini dianggap sebelah mata dan tidak layak untuk [...]

Pengelolaan Resiko Bencana Berbasis Komunitas Di Kecamatan Meuraksa Kota Banda Aceh

Chamber

Pengelolaan Resiko Bencana Berbasis Komunitas Di Kecamatan Meuraksa Kota Banda Aceh

Oleh: Abdillah I Nasution
Benarkah Pemerintah Aceh  telah mengambil langkah-langkah  untuk meletakkan kebijakan yang  berkenaan dengan pengurangan resiko bencana?.
Indeks Siaga Bencana Kecamatan Meuraksa
Dari hasil analisis bahwa secara keseluruhan Kecamatan Meuraksa dalam kondisi Siap Bencana. Ini ditunjukkan dengan rata-rata bobot indeks siap siaganya adalah: 3.09. Untuk mendapat indeks kesiapsiagaan, digunakan pembobotan nilai yang diberikan pada jawaban-jawaban yang [...]