SINGLE ROPE TECHNIQUE

May 17th, 2008  |  Published in Rigging  |  1 Comment

Single Rope Technique (SRT) adalah teknik yang dipergunakan untuk untuk menelusuri gua-gua vertikal dengan menggunakan satu tali sebagai lintasan untuk naik dan turun medan-medan vertikal. Berbagai sistem telah berkembang sesuai dengan kondisi medan di tempat lahirnya masing-masing metode. Metode yang paling banyak dipergunakan adalah Frog Rig System. Adapun alat-alat yang digunakan dalam metode ini antara lain:

 

  1. Seat harness, digunakan untuk mengikat tubuh dan alat-alat lain. Dipasang di pinggang dan pangkal paha. Jenis-jenisnya adalah: bucklet, avantee, croll, rapid, dan fractio.
  2. Chest ascender, digunakan untuk memanjat (menaiki) lintasan atau tali dipasang di dada. Dihubungkan ke Delta MR oleh Oval MR.
  3. Hand ascender, digunakan untuk memanjat (menaiki) lintasan atau tali di tangan. Di bagian bawah dipasang descender, tempat digantungkannya foot loop dan cows tail.
  4. Descender,digunakan untuk menuruni tali. Ada beberapa jenis descender: Capstand (ada dua macam: simple stop dan auto stop), whaletale, raple rack (ada dua macam: close rack dan open rack), figure of eight, dan beberapa jenis lagi yang prinsip kerjanya sama dengan figure of eight.
  5. Mailon rapid, ada dua macam Mailon Rapid (MR), yaitu: Oval MR untuk mengaitkan Chest Ascender kepada Delta MR. Delta MR digunakan untuk mengkaitkan dua loop seat harness dan tempat mengkaitkan alat lain seperti descender berikut karabiner friksinya dan cowstail.
  6. Foot loop, dicantolkan ke karabiner yang terhubung ke hand ascender. Berfungsi sebagai pijakan kaki. Hal ini sangat mengurangi kelelahan pada waktu ascending di pitch-pitch yang panjang
  7. Cows tail, memiliki dua buah ekor. Satu terkait di hand ascender, dan satu lagi bebas, digunakan untuk pengaman saat melewati lintasan-lintasan
  8. intermediate, deviasi, melewati sambungan, tyrolean, dan traverse.
  9. Chest harness, untuk melekatkan chest ascender agar lebih merapat ke dada. Sehingga memudahkan gerakan sewaktu ascending normal, atau pada saat melewati sambungan tali. Chest harness lebih baik jika dapat diatur panjang pendeknya (adjustable), sehingga memudahkan pengoperasian, terutama apabila terjadi kasus dimana chest ascender terkunci di sambungan atau simpul, atau pada saat rescue.

Teknik-teknik yang harus dipelajari untuk SRT adalah ascending dan descending dengan penguasaan melewati jenis-jenis lintasan dan medan.

  1. Melewati intermediate anchor
  2. Melewati deviation anchor
  3. Melewati sambungan tali
  4. Melewati lintasan tyrolean, menggunakan satu tali dan dua tali.
  5. Meniti tali dengan medan slope (miring).

 

 
 

 
 
 
 

 

  

Responses

  1. bang rob says:

    November 12th, 2009at 11:16 am(#)

    mantap

Leave a Response

Riset Kemiskinan Masyarakat Lhok Nga

Aven

Riset Kemiskinan Masyarakat Lhok Nga

Dalam kacamata ekonomi wilayah, kawasan pesisir  Lhok Nga memiliki posisi strategis di dalam struktur alokasi dan distribusi sumber daya ekonomi atau berpotensi ekonomis.
Latar Belakang
Bagaimanpun juga, penyebab kemiskinan tidaklah sama disemua wilayah, bahkan ukurannyapun bisa berbeda-beda atau tergantung kondisi setempat. Sehingga formula pengentasan kemiskinanpun tidak bisa digeneralisir pada semua wilayah atau semua sektor. Survei BPS menyebutkan [...]

PERANANAN ILMU SPELEOLOGI DALAM PENYELIDIKAN FENOMENA KARST & KONSERVASI SUMBER DAYA AIR*

Entrance

PERANANAN ILMU SPELEOLOGI DALAM PENYELIDIKAN FENOMENA KARST & KONSERVASI SUMBER DAYA AIR*

oleh: Abdillah I Nasution
* Seminar Peduli Lingkungan Hidup 2010, Banda Aceh 3 Juni 2010

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Daerah karst di Aceh seperti kawasan Mata Ie Kecamatan Darul Imarah dan Kawasan Naga Umbang Kecamatan Lhok Nga memang menunjukkan daerah kering kerontang. Hal ini diyakini merupakan salah satu alasan mengapa kawasan ini dianggap sebelah mata dan tidak layak untuk [...]

Pengelolaan Resiko Bencana Berbasis Komunitas Di Kecamatan Meuraksa Kota Banda Aceh

Chamber

Pengelolaan Resiko Bencana Berbasis Komunitas Di Kecamatan Meuraksa Kota Banda Aceh

Oleh: Abdillah I Nasution
Benarkah Pemerintah Aceh  telah mengambil langkah-langkah  untuk meletakkan kebijakan yang  berkenaan dengan pengurangan resiko bencana?.
Indeks Siaga Bencana Kecamatan Meuraksa
Dari hasil analisis bahwa secara keseluruhan Kecamatan Meuraksa dalam kondisi Siap Bencana. Ini ditunjukkan dengan rata-rata bobot indeks siap siaganya adalah: 3.09. Untuk mendapat indeks kesiapsiagaan, digunakan pembobotan nilai yang diberikan pada jawaban-jawaban yang [...]